Wednesday, August 15, 2018

KEUNIKAN BATIK BANTEN

Ciri Khas Batik Banten


Batik Banten merupakan kerajinan batik yang berasal dari Provinsi Banten. Kearifan lokal yang tersisa dari pusat kerajaan pemerintah Islam Kesultanan Banten, telah mewarisi berbagai benda-benda kuno yang mempunyai ragam khas dan unik. Berbagai kajian tentang pemanfaatan ragam hias khas Banten telah ditransformasikan dan didesain ke dalam media kain katun dan sutra yang disebut batik Banten. Batik ini kaya akan muatan filosofi yang mengandung arti dalam setiap motif yang diambil dari toponim. Inilah tatanan aset yang menjadi ciri khas Batik Banten tersebut. Batik Banten itu sudah masuk di kancah internasional, bukan karena bentuk dan tatanananya saja, melainkan juga ciri khas yang dimiliki oleh Batik Banten.
Ciri Khas Batik Banten :
  • Motif diambil dari artefak (motif purbakala) oleh arkeolog.
  • Warna cenderung abu-abu soft yang menandakan karakter orang banten, hal ini disebabka karena air yang mengandung zat besi tinggi yang artinya cita-cita, ide dan kemauan yang tinggi namun tetap memiliki perangai yang kalem.
  • Memiliki filosofi. Setiap motif memiliki makna dan membingkai sejarah budaya banten.
  • Batik banten merupakan batik tertua dari demua batik yang ada di Indonesia, bahkan ada yang berusia 8-10 abad.
  • Batik Banten tidak terpengaruh oleh agama.
Batik Banten telah mengalami proses panjang hingga akhirnya diakui di seluruh dunia. Batik Banten memiliki identitas tell story (motifnya bercerita) memiliki khas tersendiri, karena beberapa motifnya diadopsi dari benda-benda sejarah (artefak). Inilah tatanan aset yang menjadi ciri khas Batik Banten tersebut.

CIRI KHAS CANDI BOROBUDUR

KEUNIKAN CANDI BOROBUDUR



Salah satu wisata yang sangat terkenal di pulau jawa adalah Borobudur. Borobudur terletak di Magelang Jawa Tengah. Borobudur adalah merupakan candi Budha yang teresar di Dunia. Di saat Waisak Candi Borobudur ini sangat ramai didatangi oleh umat Budha untuk sembahyang. Banyak ritual unik dijalankan di saat Waisak dan ini menjadi keunikan bai wisatawan untuk dapat menyaksikannya.
Di saat Waisak moment yang paling menarik bagi wisatawan adalah saat umat budha melaksanakan penerbangan ribuan lampion , lampion tersebut akan berada di langit dengan cahaya kecilnya.
Candi Borobudur memiliki nilai sejarah yang tinggi dan juga keindahan yang sangat luar biasa. Tumpukan batu , stupa dan reliefnya memiliki arti yang sangat bermakna bagi umat manusia. Maka dari itu Candi Borobudur ini sangat diminati karena keindahannya.
Borobudur buka setiap hari dan juga hari libur, dengan jam operasional candi ini adalah pukul 06.00 sampai dengan 17.00 WIB. Bagi anda yang akan berkunjung pada siang hari, jangan lupa membawa topi atau payung karena terik matahari yang menyengat.
Bagi anda yang membutuhkan travel ke Berbagai wilayah Indonesia dan sedang mencari agent travel yang terpercaya. Cobalah hubungi IDT Philippine .
IDT Phillipine akan membantu anda untuk travel ke mana saja termasuk ke daerah di pulau jawa dan juga luar jawa. Dengan pelayanan yang terbaik dan tercepat akan memuaskan seluruh customernya. Tunggu apalagi, segera susun jadwal berlibur anda. Semoga artikel ini bermanfaat.

Tuesday, August 14, 2018

BUDAYA JAWA TIMUR

Menyinggung tentang kebudayaan, Jawa Timur memiliki banyak nilai seni dan budaya yang membuat daerah ini sangat menarik untuk dibanggakan. Budaya tersebut pun juga tidak terlepas dari nilai moral dan etika maupun keindahannya. Nah, Dolaners, jangan lewatkan pembahasan tentang budaya Jawa Timur disini.
Adat Istiadat
Pengaruh adat istiadat Jawa Tengahan, mewarnai adat dan istiadat suku Jawa di Jawa Timur khususnya Jawa Timur bagian barat. Hal ini membuat wilayah ini dikenal dengan Mataraman yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut masa lampaunya adalah daerah kekuasaan dari kesultanan Mataram. Wilayah tersebut terdiri dari eks karesidenan Madiun dan eks karesidenan Kediri.
Adapun lainnya di Jawa Timur yakni pada wilayah eks karesidenan Surabaya dan Malang, hanya memiliki pengaruh yang sedikit oleh budaya Mataraman karena daerah ini cukup jauh dari Yogjakarta dan Surakarta sebagai pusatnya kebudayaan. Beragam upacara adat yang biasa dilakukam adalah tingkepan, sepasaran, pitonan, sunatan dan pacangan.
Kesenian
1. Tari remo
Tarian ini berasal dari Jombang tepatnya didesa Ceweng kecamatan Diwek, Jawa Timur yang diciptakan oleh para pengamen tari pada masa itu. Pada awalnya, tari ini merupakan sebuah tarian yang digunakan sebagai pengantar pada pertunjukan ludruk. Akan tetapi, pada perkembangannya tari remo ini sering ditarikan terpisah untuk menyambut tari kenegaraan maupun untuk festival dalam kesenian daerah. Isi dari tarian ini adalah cerita perjuangan pangeran didalam sebuah medan laga. Seiring berjalannya waktu, tarian ini lebih akrab ditarikan oleh perempuan dan pada akhirnya muncullah tari remo putri.
2. Parikan
Parikan yang memiliki nama lain kidungan adalah salah satu dari kesenian tradisional yaitu ludruk. Dalam pertunjukan ludruk yang murni, seniman ludruk setidaknya haruslah bisa parikan sekitar 2 jam tanpa putus. Disamping itu, parikan itu dituntut kontemporer yakni sesuai dengan kondisi serta situasi sosial yang ada dan tidaklah boleh monoton. Prosesnya diawali dengan parikan yang telah dihafalkan dan dilanjutkan dengan spontanitas setelah 3-4 parikan yang telah dihafalkan tadi.
3. Ludruk
Ludruk adalah drama tradisional dari sebuah grup kesenian dengan pagelaran cerita tentang rakyat dan kehidupan sehari-harinya disertai dengan iringan musik dan gamelan.
Adat istiadat serta kesenian yang mencakup tari remo, parikan dan ludruk merupakan budaya Jawa Timur yang dilestarikan hingga saat ini disamping banyak seni dan adat khas lainnya. Jadi Dolaners, jangan sampai melewatkan dan melupakan Budaya Jawa Timur yang selalu terkenang dihati.

KEUNIKAN ADAT BETAWI

Adat Istiadat Suku Betawi yang Unik


Indonesia merupakan sebuah Negara yang sangat kaya akan budaya, seperti memiliki banyak suku, bahasa daerah dan adat istiadat. Salah satu suku bangsa yang ada di Indonesia adalah suku Betawi. Suku Betawi merupakan suku asli Jakarta, yang mayoritas memang bertempat tinggal DKI Jakarta.
Suku Betawi menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa formalnya dan menggunakan Bahasa Indonesia dengan dialek Betawi sebagai bahasa sehari-hari atau informal. Dalam hal ini, dialek Betawi dibagi menjadi dua jenis, yaitu dialek Betawi pinggir dan dialek Betawi tengah namun yang dianggap sebagai dialek Betawi yang sejati adalah dialek Betawi tengah. Pada umumnya dialek Betawi pinggir adalah “a” sedangkan dialek Betawi tengah adalah “e”.
Suku Betawi mempunyai adat istidat dibeberapa acara, seperti sunatan, pesta pernikahan dan akekah. Berikut penjelasannya.

ACARA SUNATAN



Tahap pertama yang dilakukan sebelum sebelum acara sunatan anak laki-laki adalah rembuk sunat. Hal ini untuk membicarakan kepada sang anak (yang akan di sunat) apakah dia bersedia atau tidak untuk di sunat. Setelah dia setuju dan mempunyai keinginan untuk sunat, maka di tentukan tanggal dan hari pelaksanaannya. Kemudian memanggil dukun sunat atau disebut Bengkong. Yang terakhir adalah anak yang di sunat di arak mengelilingi kampung dengan diiringi musik rebana untuk memberikan hiburan dan semangat kegembiraan untuk si anak.

ACARA PENIKAHAN




 Dalam pesta pernikahan adat Betawi, tahap pertama yang dilakukan adalah seserahan pihak laki-laki dengan membawa sepasang roti buaya. Lalu menyalakan petasan untuk menyambut calon besan. Terakhir adalah palang pintu yang pantun secara bersambut antara kedua rombongan pihak laki-laki dan perempuan. Biasanya terdapat ondel-ondel yang di arak dan adanya music tanjidor untuk mengiringi resepsi pernikahan.

ACARA AKEKAH



Akekah atau akeke merupakan prosesi pemberian nama dan mencukur rambut bayi dengan memotong kambing. Jika bayi laki-laki dengan memotong satu ekor kambing dan jika bayi perempuan memotong dua ekor kambing. Hasil timbangan seluruh rambut bayi yang dipotong disumbangkan kepada anak yatim piatu dan fakir miskin.
Demikian penjelasan dari beberapa adat istiadat suku Betawi. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

KEUNIKAN PAKIAN BETAWI

JENIS - JENIS PAKAIAN YANG ADA DI BUDAYA BETAWI



Indonesia merupakan negara yang membentang dari Sabang sampai Merauke yang dikenal oleh dunia karena memiliki banyak sekali keragaman suku, budaya, adat – istiadat, serta kebiasaan dari masyarakatnya yang beraneka ragam. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak sekali kebudayaan – kebudayaan di setiap daerahnya. Kebudayaan – kebudayaan tersebut mempunyai wujud material dan non material. Dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia, kita dapat menemukan banyak sekali kebudayaan-kebudayaan tersebut.
Salah satu kebudayaan sebagai wujud material bangsa Indonesia adalah keberadaan pakaian adat yang sangat mudah dijumpai di setiap daerah yang ada di Indonesia. Keberadaan pakaian adat tersebut memiliki nilai yang sangat penting dalam sudut pandang sejarah maupun warisan budaya serta demi kemajuan masyarakat dalam sebuah fase peradapan tertentu.
Setiap daerah yang ada di Indonesia pasti memiliki baju atau pakiaan adatnya masing – masing. Begitu juga dengan DKI Jakarta yang biasanya para penduduk aslinya Jakarta disebut dengan nama orang Betawi. Orang Betawi tersebut juga memiliki pakaian adat yang sangat khas dan kental dengan budaya Betawi serta berbeda dengan pakaian adat suku-suku lain yang ada di Indonesia.
Ada banyak sekali jenis pakaian adat yang adat di Indonesia yang memiliki nilai pengetahuan dan juga nilai sejarah yang sangat penting. Salah satu dari sekian banyak pakaian adat yang ada di Indonesia memiliki banyak sekali makna dan reprentasi sebuah komunitas pada zaman serta kemajuan peradaban di Indonesia. Salah satunya adalah peradaban pakaian adat betawi. Suku betawi sendiri merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia yang para penduduknya umumnya tinggal di wilayah Jakarta. Banyak pihak yang memiliki pendapat bahwa suku betawi asalnya dari hasil perkawinan antar etnis serta bangsa pada masa dahulunya.

Nama betawi sendiri merupakan nama yang berasal dari Batavia yang dulu nama itu diberikan oleh para Belanda pada masa zaman penjajahan. Masyarakat betawi sendiri keberadaannya merupakan sebuah proses yang sangat panjang dari pembaurnya masyarakat di DKI Jakarta sehingga bisa lahirlah kebudayaan betawi yang unik ini.
DKI Jakarta merupakan sebuah kota industri yang di dalamnya banyak sekali saudagar-saudagar yang berasal dari luar negeri seperti Arab, Cina, Portugis yang melakukan perdagangan di wilayah Jakarta.
Keunikan dan perbedaan yang dimiliki oleh kebudayaan dan adat istiadat suku betawi ini dapat kita lihat dari berbagai banyak hal. Misalnya saja dari arsitektur hunian atau tempat tinggal suku betawi sendiri, tentang cara berpakaian atau memakai baju adat mereka, sampai pada bermacam-macam tradisi dan upacara yang sampai saat ini masih tetap lestari dan berkembang.
Berdasarkan sejarah, Betawi bukanlah suku asli dari DKI Jakarta. Akan tetapi, karena sudah terlanjur dikenal oleh masyarakat luas, maka kebudayaan dan adat – istiadat dari Suku Betawi ini dijadikan sebagai ikon atau simbol kebudayaan Jakarta. Beberapa diantaranya yang merupakan contoh kebudayaan Betawi adalah ondel – ondel, gambang kromong, dan kerak telor. Beberapa kebudayaan tersebut tidak dapat dilepaskan dari Jakarta yang sudah menjadi identitasnya di kancah nasional.
Pakaian adat merupakan salah satu aspek penting yang ada dalam kebudayaan di DKI Jakarta. Bila dilihat dari segi penggunaan, pakaian adat Betawi dapat dibagi menjadi 3 macam. Ketiga macam pakaian adat tersebut adalah pakaian keseharian, pakaian resmi, dan pakaian pengantin. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah penjelasan mengenai jenis – jenis pakaian adat Betawi.


KEUNIKAN KEBUDAYAAN PAPUA

EMPAT KEUNIKAN  TRADISI BUDAYA PAPUA


Salah satu budaya lokal Papua yang sudah cukup terkenal adalah budaya tari-tarian yang memang sering ditampilkan di luar Papua. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa selain tari-tarian, masih banyak sekali tradisi dan budaya unik yang tersimpan di Papua, seperti budaya dan tradisi berikut yang pasti belum pernah kamu ketahui.Papua adalah pulau paling timur di Indonesia yang sudah terkenal karena keindahan alamnya yang luar biasa. Tidak hanya alam, Papua juga kaya dengan tradisi dan budaya lokal yang unik.
1.Barapen
Tradisi ini adalah salah satu tradisi tertua di Papua yang biasa dilakukan sebagai simbol rasa syukur dan persaudaraan, tetapi di beberapa daerah tertentu, tradisi ini juga dilakukan dalam upacara kematian.
Tradisi ini umumnya dikenal dengan sebutan barapen. Pada dasarnya barapen adalah tradisi masyarakat Papua yang memasak beberapa jenis makanan seperti ubi, singkong, daging hewan dan sayur-sayuran diatas batu-batu yang sudah dipanaskan. Tapi, cara memasaknya tidak bisa sembarangan.
Barapen akan dimulai dengan menyiapkan lubang untuk tempat menyusun kayu bakar dan batu, beserta bahan makanan yang akan dimasak. Setelah itu, batu-batu yang sudah dikumpulkan akan disusun berdasarkan ukuran di atas susunan daun-daun pisang. Batu yang besar akan diletakkan di bagian paling bawah.
Di atasnya akan disusun kayu bakar, lalu kayu bakar tersebut akan ditutup dengan batu-batu yang ukurannya lebih kecil. Selanjutnya adalah proses pembakaran untuk memanaskan batu. Setelah itu barulah bahan makanan disusun sedemikian rupa di atas batu dan disantap bersama setelah matang.
Tradisi Potong Jari
Tradisi unik ini hanya bisa kamu temukan di suku Dani yang tinggal di wilayah Lembah Baliem, Papua. Tradisi ini dilakukan oleh suku Dani sebagai tanda duka yang sangat dalam karena kehilangan salah satu anggota keluarga mereka yang meninggal dunia. Selain itu, tradisi ini juga harus dilakukan mencegah kembali malapetaka yang menyebabkan kematian dalam keluarga tersebut.
Tradisi ini dilakukan setelah prosesi pemakaman dengan langsung memotong salah satu jari anggota keluarga yang berduka dengan pisau, kapak atau parang.
Cara lain yang juga biasa dilakukan adalah dengan menggigit ruas jari hingga putus, mengikatnya dengan seutas tali supaya aliran darah terhenti dan ruas jari menjadi mati kemudian baru dipotong.
Ararem
Tradisi Ararem adalah salah satu tradisi perkawinan suku Biak di Papua yang dilakukan pada saat keluarga besar mempelai pria hendak mengantar mas kawin kepada keluarga mempelai wanita. Tradisi ini dilakukan dengan berjalan kaki sambil membawa seserahan berupa piring-piring adat, guci dan lain lain.
Uniknya, kebanyakan tradisi ararem ini dilakukan dengan berarak-arakan sambil mengibarkan bendera merah putih. Sampai sekarang, belum ada keterangan pasti mengapa tradisi ini selalu identik dengan pengibaran bendera negara. Yang pasti, inilah yang membuat tradisi ini begitu unik dan pasti hanya bisa kamu temui di Papua.
Mansorandak (Tradisi Injak Piring)
Mansorandak adalah sebuah tradisi turun temurun suku Biak di Teluk Doreri, Manokwari, Papua Barat untuk menyambut anggota keluarga yang baru kembali dari tanah rantau dalam kurun waktu yang cukup lama. Lewat tradisi ini, masyarakat Doreri mengungkapkan rasa syukur dan gembira mereka atas kepulangan anggota keluarga mereka dan untuk membersihkannya dari roh-roh jahat yang mungkin didapatnya di tanah rantau.
Tradisi mansorandak ini dimulai dengan prosesi mandi kembang berbagai rupa di atas piring adat. Selanjutnya, sang perantau akan masuk ke sebuah ruangan khusus di dalam rumah bersama dengan keluarga besarnya dan harus mengitari sembilan piring adat sebanyak sembilan kali putaran.
Angka sembilan melambangkan sembilan marga suku Doreri di Manokwari. Prosesi ini diakhiri dengan penginjakan replika buaya sebagai lambang tantangan, penderitaan dan cobaan hidup yang akan menyertai jalan hidup sang perantau. Prosesi mansorandak ini berakhir dengan kegiatan makan bersama.
Uniknya, pada prosesi ini seluruh makanan utama seperti daging, ikan, hingga sirih dan pinang akan digantung di bagian atas rumah dan baru boleh disantap setelah mendapat aba-aba dari para sesepuh adat Doreri. Seiring berjalannya waktu, tradisi Mansorandak di Manokwari sekarang hanya dilakukan dengan menyiramkan air pada sang perantau sebelum masuk kerumah tanpa pengitaran piring adat dan makan bersama.
Pada acara penting seperti penyambutan tamu negara yang datang ke Manokwari, tradisi injak piring ini tetap dilakukan secara simbolis dengan meminta para tamu untuk menginjak piring adat sebagai tanda syukur masyarakat Manokwari atas kunjungan para tamu.

KEUNIKAN BUDAYA YOGYAKARTA


CANDI BOROBUDUR

Jogja merupakan salah satu kota tujuan wisata di Indonesia yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Jogja juga merupakan salah satu daerah istimewa di Indonesia setelah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Daerah Istimewa Aceh. Ada banyak hal menarik di Jogja diataranya adalah provinsi yang masih menggunakan sistem pemerintahan Kesultanan Yogyakarta.

Potensi wisata di Jogja sangat bagus. Salah satu Keajaiban Dunia atau World Wonder Heritages juga ada di dekat Jogja, yaitu Candi Borobudur yang ada di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, kurang lebih 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Selain Candi Borobudur, ada juga tempat wisata menarik seperti : 
  • Candi Prambanan
  • Istana Ratu Boko
  • Pantai Indrayanti
  • Pantai Parangtritis
  • Pantai Sepanjang
  • Pantai Siung
  • Pantai Sundak
  • Pantai Trisik
  • Museum Affandi
  • Pantai Glagah
  • Pantai Wediobo
  • Pantai Congot
  • Pantai Depok
  • Pantai Pok Tunggal
  • Jalan Malioboro (sebagai pusat penjualan kerajinan di Jogja)
  • dll.
Jogja juga punya banyak tempat istirahat yang nyaman dari mulai kelas backpacker harga sekitar puluhan ribu hingga ratusan ribu atau juga bisa menginap di hotel berkelas, dari hotel bintang tiga sampai hotel bintang lima. Jadi, tidak perlu khawatir mencari tempat menginap yang nyaman dan pas bagi kantong. 





CANDI PRABANAN


CANDI DIENG


MALIOBORO




Ada 7 Fakta Unik Yogyakarta :

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat Provinsi di Indonesia yang meliputi Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki jumlah penduduk 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2. Yogyakarta merupakan sebuah daerah yang memiliki banyak keunikan. Keunikan-keunikan tersebut adalah

1. Pantai, Kraton, Tugu, dan Merapi berada dalam 1 garis lurus.

Dilihat dari satelit ternyata Pantai Parang Kusumo, Kraton Yogyakarta, Tugu, dan Gunung Merapi berada dalam satu garis lurus. Filosofinya bahwa tugu merupakan simbol “manunggaling kawulo gusti” yang berarti bersatunya antara rakyat dengan penguasa. Merapi dan pantai merupakan titik api dan air. Kraton yang dibangun ditengah merapi dan pantai merupakan titik keseimbangan antara keduanya. Kraton merupakan titik keseimbangan vertikal dan horizontal. Keseimbangan horizontal dilambangkan oleh laut selatan yang menggambarkan hubungan antara manusia dan manusia. Sedangkan keseimbangan vertikal dilambangkan oleh gunung merapi yang menggambarkan hubungan manusia dengan sang pencipta.

2. Jembatan Kulon Progo

Di Kulon Progo terdapat jembatan yang tidak mempunyai pilar ditengahnya. Jembatan model tersebut hanya terdapat 2 buah di dunia. Jembatan sepanjang 96 meter ini mulai beroperasi sejak tahun 1957 dan masih berdiri kokoh hingga saat ini.

3. Yogyakarta = Indonesia Kecil

Jogja merupakan kota pelajar dimana banyak pelajar yang berasal dari daerah lain di Indonesia. Hampir seluruh plat nomor kendaraan dari Sabang sampai Merauke ada di Jogja. Hal itu menandakan pluralisme di kota Jogja.

4. Provinsi yang masih menggunakan sistem kerajaan

Provinsi Yogyakarta merupakan satu-satunya provinsi yang menggunakan sistem kerajaan di Indonesia. Gubernur Yogyakarta tidak dipilih melalui pemilu oleh rakyat tetapi berdasarkan urutan silsilah keluarga dari kraton Yogyakarta.

5. Selokan Mataram

Selokan mataram adalah sebuah saluran air yang dibangun pada masa pendudukan Jepang. Saluran air ini menghubungkan antara Sungai Opak dengan Kali Progo. Menurut legenda, Sunan Kalijaga pernah berukata bahwa apabila Sungai Opak dan Kali Progo digabungkan maka rakyat Jogja akan makmur. Selokan mataram digunakan oleh rakyat Jogja untuk mengairi lahan pertanian di daerah Jogja sehingga saat musim kemarau rakyat Jogja masih bisa bercocok tanam.

6. Dagadu

Dagadu merupakan salah satu merk dagang yang terkenal di Jogja. Dibelakang kata Dagadu terdapat kata Djokdja yang digunakan agar merk tersebut khas dengan Jogja. Pemilihan ejaan lama Djokdja digunakan untuk menambahkan nilai historis Yogyakarta.

7. Pohon nangka anggur

Pohon nangka ini sekilas memiliki bentuk seperti pohon nangka pada umumnya. Namun, buah yang dihasilkan berbeda dengan nangka lainnya karena nangka dari pohon ini tidak memiliki kulit luar. Buah nangka tersebut tumbuh tanpa kulit luar sehingga daging buah nampak dari luar. Pohon ini terdapat di lingkungan kepatihan Yogyakarta.

Pakaian Adat Batak : Gambar, Keunikan dan Penjelasannya secara lengkap

Pakaian Adat Batak : Gambar, Keunikan dan Penjelasannya secara lengkap Diterbitkan  Agustus 30, 2018 Indonesia memilik...